Quote

Bojonegoro di Persimpangan Jalan

IMG_20160108_150528Kabupaten Bojonegoro berada di wilayah Propinsi Jawa Timur. Namun pada masa kolonial Belanda, Bojonegoro berada di wilayah Jawa Tengah. Pada tahun 1900 wilayah Bojonegoro merupakkan bagian dari Residensi Rembang, pada 1 juli 1928 Bojonegoro dipisahkan dari Residensi Rembang, dan menjadi Residensi tersendiri dengan nama Residensi Bojonegoro, yang wilayahnya meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban. Itulah sedikit tentang latarbelakang keberadaan kabupaten Bojonegoro,

Yang menjadi penyakit dari daerah berkebang menurut Hermawan kertajaya dalam Bukunya Siasat Bisnis Menang dan bertahan diabad Asia Pasifik adalah 1. Teknologi yang tertingal, 2. Sumberdaya Alam yang tak terkelola 3, Sumberdaya manusia yang kurang terdidik, 4 adalah birokrasi dan pemerintahan, dalam poin ini bojonegoro sudah mempunyai 2 modal yang cukup baik, yaitu Sumber daya alam yang melimpah baik tambang mineral dan Migas, serta sumberdaya alam yang berupa hutan jati dan tanaman lainya, seperti yang telah kita ketahui bahwa Bojonegoro dengan Block Cepu nya menyimpan cadangan minyak dan gas sebesar 25 % dari cadangan nasional, Wilayah Bojonegoro 40 % nya adalah kawasan hutan serta di lewati sungai terpanjang di Pula Jawa yaitu bengawan solo, untuk birokrasi pemerintah bojonegoro memiliki banyak trobosan, dengan berbagai trobosan yang telah di gulirkan tersebut diharapkan bisa menjadi stimulus bagi dunia usaha, untuk teknologi orang bojonegoro ini sangat cepat menerima transfer teknologi dan tantangannya adalah Jumlah penduduk yang rata-rata pekerjaanya bertani dan tinggal di daerah terpencil, dengan akses jalan yang jelek ini menjadikan Bojonegoro tahun masuk menjadi daerah no 9 termiskin ditambah lagi SDM yang rendah, meskipun begitu bojonegoro begitu Bojonegoro menjadi salah satu kota degan pertumbuhan paling baik di jawa timur yaitu 14,5% dan itu tertinggi di Jawa Timur, ini merupakan pencapaian bojonegoro yang luar biasa, dan tiga tahun terakhir ini laju pertumbuhan bojonegoro banyak di topang oleh industri migas. Pada tahun 2014 pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bojonegoro telah mengalami peningkatan signifikan. Hal ini dilihat dari pendapatan migas tahun 2014 mencapai 5,86%, sementara inflasi relatif tinggi dengan capaian 7,34%, Sementara untuk nilai tukar petani (NTP) mengalami penurunan sebesar 103,93%. Sedangkan untuk indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 68,50% atau meningkat 0,44%.“Untuk jumlah pengangguran terbuka juga mengalami penurunan sebesar 3,21% dan angka kemiskinan yang menurun sebesar 14,75%,” (http://infopublik.id/read/110341/pertumbuhan-ekonomi-bojonegoro-meningkat.html)

Quote

Gemati bersama EMCL menyerahkan bantuan Drainase Desa Kalirejo

 

IMG-20160420-WA0037Hari ini menjadi hari yang istimewa bagi warga masyarakat desa Kalirejo Bojonegoro, terutama yang berada di RT – 7 karena hari ini diserahkanya bangunan drainase di lingkungan RT 7 tersebut, Bangunan Drainase sepanjang 90 Meter dengan lebar 8,4 Meter dengan kedalamn rata-rata 1,6 meter yang membentang mulai dari Pertigaan RT 5 dan RT 6 sampai bibir bengawan solo, program ini adalah bagian dari program PATRADAYA 2015, yang di danai oleh EMCL

Saluran Air tersesebut sangat penting karena menjadi titik kumpulnya air dari lingkungan RT 5 dan RT 6 yang dulu sebelum dibangunya saluran air ini sering kali limpahan air itu sampai ke jalan, .

Manurut salah satu warga sekitar yang kami temui bahwa bangunan ini sangat dibutuhkan warga, mengingat setiap musim hujan limpahan air ini sangat besar apalagi jika bengawan solo beno (banjer) ya air naik ke jalan dan akibatnya jalan jadi cepat rusak.

IMG-20160420-WA0041Dalam sambutanya Bpk Sardjo (Kades Kalirejo) menyampaikan rasa terimakasih pada EMCL, LSM Gemati dan Semua pihak yang telah memberikan sumbangsih nya, baik tenaga dan fikiran untuk membantu masyarakat kalirejo, dalam melakukan pembangunan di desa kami ini, dan kami memngakui bahwa bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kalirejo yang berada di sekitar bengawan solo, tak lupa kami juga mohon agar tahun-tahun berikutnya desa kalirejo juga diprioritaskan untuk diberikan bantuan apapun itu bentuknya, tapi ini kalau boleh berharap agar di berikan bantuan saluran air untuk pertanian.

Dalam sambutanya Bapak Slamet Rijadi dari EMCL menyampaikan terimakasih banyak pada masyarakat dan pemeritah Desa Kalirejo yang telah menerima kami bersama Mitra program kami yaitu LSM Gemati, sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik, tak lupa kami sampaikan bahwa block Cepu yang di operatori oleh EMCL ini telah berhasil memproduksi minyak sebanyak 160.000 Barel per hari yang mendekati apa yang ditargetkan pemerintah Indonesia, ini terjadi karena kerjasama semua pihak termasuk masyarakat kalirejo.