Quote

Membangun Bojonegoro di Era “MIGAS”

 

Sambutan Bupati BojonegoroPagi ini kami segerombolan kelompok orang yang menamakan diriny akontraktor local begitu semangat berkumpul di Hotel Griya Darma Kusuma, karena hari ini ada pelatihan tatacara pemasukan dokumen penawaran untuk kontraktor local, kegiatan workshop ini sudah dilakukan yang ke 5 kalinya oleh ExxonMobil dengan target peserta adalah kontraktor local yang punya SKT dari EMCL. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan atau meningkatkan kemampuan pada kontraktor local agar bisa mengikuti standar yang berlaku di perusahaan dalam hal ini ExxonMobil.

Kegiatan pelatihan pagi ini di buka langsung oleh bupati Bojonegoro Kang Yoto, dalam sambutanya bupati menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya masyarakat di bojonegoro ini dimuai dengan identitas personal Bahasa lokalnya “Pokoknya orang Bojonegoro” maka pemerintah bojonegoro menerbitkan perda tentang konten local, kalua dilihat sejarahnya konten local ini mau akan dibatalkan oleh pemerintah karena bertentangan dengan undang-undang penanaman modal, tapi pemerintah bojonegoro memberikan penjelasan pada pemerintah pusat bahwa perda ini dalam rangka melindungi peranserta masyarakat biar masyarakat bojonegoro ikut memiliki dan tidak apatis,

kedua adalah gerombolan atau komunitas, makanya di bojonegoro banyak sekali LSM dan perkumpulan kontraktir atau di sebut forum-forum itu, waktu awal-awal dimulai proyek block cepu bermunculan forum kontraktor local yang ingin dapat pekerjaan dari ExxonMobil harus menjadi anggota forum tersebut, tapi lama-lama forum kontraktor local tidak kedengaran kiprahnya masih ada atau sudah hilang.

Yang ketiga adalah pendekatan professional , seperti yang saat ini sedang terjadi proses dan dilakukan oleh EMCL ini, makanya kalian semua diundang di ruangan ini di bari pelatihan agar kemampuannya meningkat, maka pemerintah bojonegoro sangat setuju dengan model pembangunan seperti ini dengan pendekatan social dalam bisnis yang dilakukan di bojonegoro kitra harus melakukan pendekatan pembangunan social yang berkelanjutan, Setidaknya usaha-usaha untuk perubahan kea rah professional menjadi jalan, perbaikan bersama masyarakat dan pemerintah Bojonegoro dari tahun ketahun selalu dilakukan.

Dengan kondisi kabupaten bojonegoro yang begitu kompleks maka ketiga strategi ini perlu terus dilaksanakan. Artinya, ketika pemerintah melakukan pembangunan sosial, maka peran-peran dari swasta terus dikembangkan. Sehingga, tidak terjadi dominasi pemerintah dalam penanganan pembangunan sosial. Masing-masing pihak terus menunjukkan kiprahnya dan melakukan sinergi untuk memepercepat proses pembangunan di Bojonegoro

Ketika pemerintah sebagai pemegang kekuasaan mampu merangkul kekuatan swasta dan organisasi social, maka kita harapkan output-nya juga lebih bagus. Yang jelas kalau swasta dan sektor lain ketika mampu memberikan kontribusi pada negara maka tentu ini akan mengurangi beban pemerintah. Sehingga, pemerintah bisa mengalokasikannya untuk program strategis lainnya.

Ada satu mimpi yang perlu wujudkan adalah membangunan pendidikan di bojonegoro yang sesuai dengan kebutuhan bidang usaha di kabupaten ini, ini perlu dilakukan untuk menciptakan kemandarian dan mengurangi ketimpangan di Bojonegoro.