Quote

KAMPANYE HIDUP SEHAT DAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS)

KAMPANYE HIDUP SEHAT DAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS)

Lembaga swadaya masyarakat Gemati bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengajak masyarakat peduli akan pola hidup bersih dan sehat.Yang melibatkan pelajar sekolah SDN Pungpungan 1 dan masyarakat Desa Pungpungan. Yang diadakan tanggal 09 April 2015 merupakan kampanye bahwa cuci tangan pakai sabun (CTPS) hendaknya menjadi kebiasaan bahkan membudaya dalam kehidupan kita. Mengapa hal ini perlu terus dikampanyekan? Jawabnya ialah karena perilaku ini sangat sederhana namun dampaknya luar biasa. Perilaku ini memang sepele tetapi  hasil penelitian menyatakan bahwa dengan mencuci tangan pakai sabun efektif dapat mengurangi atau menurunkan terjadinya penularan penyakit Diare, ISPA, Flu Burung dan penyakit infeksi lainnya.

Kampanye ini dipimpin langsung oleh Ketua LSM GEMATI dan Kepala SDN Pungpungan1. Kegiatan ini dihadiri (Staf Bangkesbangpol, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL, Dinas Kesehatan, PKK dan Kepala Desa Pungpungan). Salah satu tujuan dari kampanye ini adalah penurunan angka kematian untuk anak-anak balita penderita diare meninggal setiap harinya diseluruh dunia sebagai akibat dari kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan. Penderitaan dan biaya-biaya yang harus ditanggung karena sakit dapat dikurangi dengan melakukan perubahan perilaku sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, yang menurut penelitian dapat mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare.

LSM GEMATI sudah 2 kali Kampanye cuci tangan pakai sabun di Desa Pungpungan, namun apakah gema peringatan ini sudah bermasyarakat atau sudah menjadi kebiasaan kita? Jawabnya tentu saja belum, namun kita terus berupaya untuk menjadikan ctps sebagai kebiasaan/perilaku baru yang membudaya dalam kehidupan sehari-hari. Merubah perilaku bukan hal gampang , tapi perlu upaya terus menerus dan berkesinambungan. Orang bisa berubah kalau ada promosi dan contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja kita masih senang buang air besar (BAB) di jamban yang tidak memenuhi syarat kesehatan padahal itu menjadi penyebab terjadinya penularan penyakit diare/dysentri.

Disamping itu kampanye juga dimaksudkan sebagai upaya peningkatan pembangunan fasilitas sanitasi di Desa Pungpungan sebanyak 105 KK dari EMCL pembangunan sudah dimulai dari bulan Januari 2015. Menurut Perwakilan EMCL (Ibu.Tutik) kurangnya akses untuk air bersih mengakibatkan penurunan tingkat kehadiran anak perempuan disekolah saat mereka memasuki masa puber, karena tidak adanya fasilitas sanitasi yang memadai. Akses air bersih dan sanitasi ditenggarai merupakan dasar penting untuk kehidupan anak-anak diseluruh masyarakat dilihat dari segi kesehatan, kelangsungan hidup, dan rasa penghargaan terhadap diri mereka. Penyediaan air bersih dan perilaku sanitasi yang baik disekolah juga menjadi salah satu cara untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals). Selain itu menanamkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun kepada anak-anak sejak usia dini merupakan upaya terbaik ibarat mengukir di atas batu, perilaku ini mudah-mudahan terpatri mejadi kebiasan hidupnya sepanjang hayat.

Dipilihnya sekolah dasar sebagai lokasi kampanye CTPS karena anak sekolah asset pembangunan masa depan, perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Sekolah merupakan tempat pembelajaran, jika tidak dikelola dengan baik dapat terjadi penularan penyakit. Anak merupakan aset pembangunan masa depan dan merupakan generasi penerus bangsa, untuk itu perlu dijaga, ditingkatkan dan harus dipelihara kesehatannya. Anak usia pra sekolah dan usia sekolah sangat rawan terhadap masalah kesehatan.

Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama supaya angka tersebut dapat dikurangi atau ditekan serendah mungkin. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah merupakan salah satu upaya  yang dapat mengurangi atau menekan angka tersebut.

Ada 8 (delapan) budaya PHBS yang harus diterapkan di lingkungan sekolah, yaitu :

1.   Tidak jajan di sembarangan tempat, harus dikantin sekolah yang sehat

2.   Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air kecil (BAK) di jamban sekolah

3.   Memberantas jentik nyamuk di sekolah

4.   Membuang sampah pada tempatnya

5.   Mengikuti kegiatan olah raga/aktivitas fisik

6.   Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan

7.   Tidak merokok

8.   Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir

<

p align=”justify”>Selain anak sekolah, budaya CTPS ini juga harus dibiasakan oleh para petani dan para pemelihara hewan ternak, petugas kesehatan yang sering kontak langsung dengan pasien, dan seluruh masyarakat pada umumnya. Mudah-mudahan dengan membudayakan CTPS maka kita akan terhindar dari beberapa penyakit menular. @Abah_Alis