Quote

MITRA PEMBERDAYAAN PROGRAM KEMASYARAKATAN PENUNJANG OPERASI (PKPO) EMCL

10955765_10203706307643120_5128900841607388081_o(1)Hari selasa 17 Pebruari 2015 kami para  ngo mitra program pemberdayan masyarakat ExxonMObil Cepu Limited berkumpul bersama dalam acara Sarasehan Mitra Pemberdayaan Program Kemasyarakatan Penunjang Operasi (PKPO) yang di selengarakan EMCL, kegiatan ini sebagai pembuka kegiatan kawan-kawan NGO mitra dengan EMCL di tahun 2015 ini, memang dalam kegiatan ini ada wajah-wajah lama yang terlihat dan banyak pula wajah-wajah baru yang menjadi mitra kerja pemberdayaan masyarakat oleh EMCL.

Dalam forum tersebut menjadi ajang pengenalan NGO Mitra baik yang berasalah dari Bojonegoro dan yang berasal dari luar Bojonegoro, dalam acara tersebut juga di berikan sediit pemaparan tentang perkembangan pembangunan fisik dari proyek lapangan banyuurip yang disampaikan oleh bapak Erwin Maryoto Voic President PGA EMCL, dalam pemaparan dijelaskan behwa Prmbangunan Lapangan Migas Banyuurip telah mencapai 94% selesai, dan tahun ini lapangan Banyuurip akan mencapai puncak produksi rata-rata 165K Barel perHari.

Dalam kesempatan yang sama juga di sampaikan oleh saat ini harga Minyak dunia sedang mengalami penurunan dan ini biasa dalam industry MIGAS, itu adalah murni Cyrcle dan daur hidup produksi migas di dunia, dan tidak ada orang yang bisa meramalkan nya, pengalaman selama lebih 30 tahun bekerja di industry migas ini mengalami beberapa kondisi seperti saat ini, yaitu tahun (1986, 1992, 1998, 2002, 2008 dan akhir 2014)

Lampangan banyuurip juga sudah merekrut calon operator sudah dimulai sejak tahun 2007 yang mendaftara ada 8000 orang yang lolos ada 105 orang dari Jawa timur dan jawa tengah yang telah di didik untuk dapat mengoperasikan lapangan Migas Banyuurip ini, Lapangan Banyuurip juga mendapat penghargaan dari ExxonMobil dibidang keselamatan kerja bahwa proyek block Cepu menjadi terbaik dari proyek-proyek ExxonMobil Di seluruh Dunia. Dalam bidang drilling proyek Block Cepu juga dapat melakukan efisiensi yang membanggakan dengan menggunakan RIG (Manara Bor) produk local RIG ini di Bangun di Batam dan dioperasikan oelh PDSI (anak perusahaan Pertamina), block cepu juga telah siap untuk berproduksi maksimal tahun ini segala fasilitas telah ada, telah ada kapal FSO yang diberi nama Gagak Rimang yang luasnya tiga kali lapangan bola telah siap menerima dan menampung minyak produksi dari lapangan banyuurip, mengapa di beri nama gagakrimang karena kita harus menghargai budaya local diaman Gagak Rimang itu nana kuda dari seorang Raja Jipang (Aryo Penangsang) yang wilayahnya sekarang ini ada proyek migas yaitu block Cepu, ada juga cerita bahwa Gagak Rimang itu juga nama dari Kuda Ronggo Lawe yang menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Tuban. Dan yang membanggakan adalah menara tambatnya (mooring tower) ini adalah di buat di dalam negeri yaitu di Cilegon

Dalam kesempatan yang sama juga di lakukan saling berbagi pengalaman dengan kawan-kawan NGO yang lain diantaranya ada harapan bhawa program yang telah diberikan kemasyarakat aka ada tahab berikutnya dengan sekala yang lebih luas, ada juga informasi bahwa setelah proyek pembangunan banyuurip selesai apa yang bisa diperbuat oleh masyarakat terutama pemuda yang selama proyek terlibat di dalamnya, karena saat ini telah mulai tampat di masyarakat bahwa problem pesikologis pasca Pembangunan ini mulai terasa ada kawan pemuda yang kemana-mana pakai pakaian kerja di proyek walaupun saat ini dia sudah tidak kerja lagi, maka di harapkan ada program yang dapat menjembatani ke pasca proyek pembangunan lapangan Banyuurip tersebut disampaiakan oleh kang Gito dari Lima2B yang selama ini menangani program papan informasi dan infrastruktur publik di lingkungan proyek block cepu. Dalam kesempatan yang sama juga di sampaikan bahwa perlunya program mitigasi maka di buatkan program penghijauan seperti yang sedang dilakukan oleh LSM Tropis, dan pembinaan pertanian di sepanjang jalur pipa muai dari Gayam (Bojonegoro) sampai palang (Tuban) dan itu menjadi komitmen EMCL pada masyarakat yang tenahnya di beli dan di tanam pipa para pemilik masih boleh mengolah tanahnya dengan tanamana musiman. Ini yang menjadi komitmen kita bersama

Pada kesempatan ini juga di berikan kesenpatan pada empat lembaga untuk memberikan prosentasinya selama berkerja sama dengan ExxonMobil yaitu Ademos dengan program batik jonegoroan nya, kemudian Edfos dengan program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat, kemudian Tazkia denga program kesehatan masyarakatnya dan Sampurna Foundation dengan program pendidikan, dari pemaparan keempat mitra ini kami para NGO mitra mendapat gambaran bahwa program kemasyarakatan menjadi faktur penting dari bagaian proses industri MIgas yang ada di block Cepu karena apa seperti yang di harapkan bahwa industri MIGAS ini juga harus mempunyai dampak secara Ekonomi dan social kepada masyarakat sekitar nya, dan itu yang sedang dilakaukan oleh perusahan dalam hal Ini EMCL bersama kawan-kawan NGO Mitra ini.

Dan kegiatan hari ini di akhiri denga Foto bersama dan makan sore……@Abahe_alis