Quote

Menikmati Kekonyolan dan Demokrasi

Demokrasi dan pemilu, mengapa ya di negeri ini demokrasi itu di hubung-hubungkan dengan pemilu, memang secara nalar ada sambunganya, tapi kan tidak harus demikian, ya to ya too, itu adalah kalimat yang setiap lima tahun sekeli berputar putar di benak saya, sampai-sampai aku tidak habis pikir ada orang yang tega bermusuhan dengan temannya dan keluarganya atas nama demokrasi dan pemilu yang lima tahunan itu. 

Bagi saya yang tidak waras ini adalah suatu yang keliru besar, atau salah besar, ternyata  ketidak warasan saya ini juga ada benarnya karena setiap orang dimanapun dia akan bicara soal pemilihan ini, kamu besuk milih siapa, apa kamu tidak memilih itu tetanggamu yang nyalek itu, saya bila ya saya akan milih pemimpin yang adil, paling tidak adil menurut pandangan saya, lha temanmu yang pengusaha itu juga nyaLeg lhoo, dia juga royal lhoo dengan kita-kita ini kalau dia ke warung ku pasti semua akan di bayari lho kopinya, isuk mau dewee ninggal lembaran merah dua lembar lhoo untuk bayari di warung ku ini, lhak ngono tho lek man dan di barengi dengan anggukan kang sudirman yang sejak tadi duduk di pijok sambil ngudut itu. iya to sekarang  ini banyak kok orang mendadak baik dengan kita, walaupun kita tidak kenal sama sekali, lhoo iku lhakyo tambah apik too nyambuk seduluran, iyo apik wong limang tahun pisan bayar jajane kancane, lhakyo ngono to yu, yo yoy yo

wes nyuu piyo kopiku kari mi godok ku mau,  gak sama lek, iki mau wes di bayari karo tongomu kui, yo yu suwon nekngono, sambil celinguaan…..ha ha (bojonegoro, 30 maret 2014)