Bagaimana NGO Menggunakan Cloud Computing

images

Sebagian besar LSM/NGO atau bahkan mungkin prusahaan profesional saat ini masih enggan untuk pindah menggunakan cloud computing ada beberapa hal dasar yang menjadikan mereka enggan menggunakan teknologi ini, setidaknya ada beberapa pertanyaan dasar yang menjadikan mereka belum mau pindah memanfaatkan cloud computing diantaranya saya catat adalah

Apa gunanya Cloud Computing Bagi NGO?, Berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan cloud Computing?, Seberapa aman data yang kami simpan di cloud computing?, Apa sisi positif dan negatifnya?,  Bagaiman layanan ini mendukung kegiatan kami ? disini saya akan memberikan gambaran sedikit dari pertranyaan tersebut.

Ini bukan pertanyaan baru. Namun pertanyaan itu akan di tanyakan oleh setiap organisasi jika akan menggunakan teknologi baru ini, setiap perkembangan teknologi akan mendapatkan tantangan dan harus dapat menunjukan nilai lebihnya dengan menggunakan teknologi tersebut atau harus dapat memberkan semangat baru,  seperti jika kita melihat sebuah mobil baru, mereka akan melihat bahwa ada hal yang aneh karena belum terbiasa dengan teknologi baru tersebut.  Mereka ingin melihat mobil baru itu mesinya bagaimana  model kabinya bagaimana, interiornya bagaimana  kemudian tangan mereka mulai meraba catnya halus atau tidak, tapi sebelunya mereka terpesona melihat warnanya mobil yang menarik dan berkilau, mereka kemudian melihat joknya tertata rapi. Kemudian mereka masuk ke dalam dan mulai untuk menekan semua tombol, yang ada di kabin.  contoh ini persis dengan ketika teknologi  Cloud computing, teknologi cloud ini ibaratnya adalah mobil yang bener-benar baru keluar dari pabrikan dengan cat mengkilap dan menggetarkan teknologi komputer yang telah ada sebelumnya 

Dari uraian diatas di dapati bahwa pertumbuhan cloud di kalangan NGO/LSM pada tahun 2012 yang tercatat pada Global Cloud Computing Survey oleh TechSoup itu, 24 persen dari LSM rata-rata mereka mengatakan bahwa  cloud yang digunakan menggunakan berbasis cloud web untuk melakukan konfrensi, Namun 55 persen mengatakan bahwa mereka menggunakan WebEx, Citrix GoToMeeting, ReadyTalk, atau Skype, semua perusahaan yang memasarkan jasa mereka sebagai berbasis cloud web conferencing. Perbedaan dalam tingkat respons mungkin menunjukkan bahwa banyak organisasi nirlaba tidak mengerti apa yang berbasis cloud web conferencing sebenarnya. Dan itu masuk akal bahwa dalam survei yang sama, 60 persen responden menyebutkan kurangnya pengetahuan sebagai penghalang utama untuk adopsi komputasi awan.

Jadi bagaimanapun organisasi LSM/NGO harus mengevaluasi dan mengadopsi teknologi cloud tersebut, disini dapat di jelaskan bahwa  kita dapat menganalisa dengan menggunakan lima pertanyaan di bawah ini untuk dapat menganalisis layanan komputasi awan. Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda memahami nilai sebenarnya dari solusi ini untuk organisasi Anda. Ini akan memungkinkan Anda untuk memutuskan mana layanan untuk mengadopsi dan bagaimana menerapkannya.

Pertama definisi dasar dari layanan cloud  adalah bahwa layanan ini menggunkan Internet ke PC atau tablet komputer yang yang diperlukan hanya browser web,  ini berarti bahwa Anda dapat mulai menggunakan layanan ini segera setelah Anda mendaftar atau membuat account, ini llebih mudah dan banyak keuntung yang dapat kita miliki tentunya NGO/LSM  dapat segera melakukan dan menggunakan untuk kebutuhan mendesak,   termasuk kita akan dapat bekerja lebih baik untuk diterapkan dalam menunjnag kebutuhan NGO yang lebih luas. saat  ini banyak teknologi cloud yang menawarkan ujicoba gratis, seperti Office 365 tentunya dengan batasan pada fungsi atau durasi. setelah masa ujicoba selesai maka anda akan ditawari untuk langsung beli account  dengan ujicoba gratis ini anda akan tau bagaimana teknologi Cloudnya Office 365 dapat membantu aktifitas kita, Singkatnya, sebelum Anda mengadopsi untuk organisasi Anda, memahami kekuatan layanan dan keterbatasan.

Apakah guna Cloud bagai NGO/LSM Kita? Mari kita coba layanan cloud ini adalah cara memahami bagaimana program ini dapat memenuhi kebutuhan kita, kita lihat beberapa opsi yang di tawarkan, kita coba review daftar fitur untuk setiap opsi dan mengajukan pertanyaan: “? Apa artinya, bagiaman cara kerjanya, dan bagaimana-bagaimananya:  Jawaban  tentang fitur tersebut dapat digunakan sebagai bahan uji fitur yang disediakan sehingga beberapa jawaban dapat menimbulkan ide-ide baru tentang bagaimana kita dapat mengelola dan memberikan pelayanan NGO kita.

Apa berapa Biaya  yang diperlukan untuk langganan layanan cloud ? Layanan Cloud biasanya akan menawarkan biaya bulanan  per user pengguna dan layanan atau fitur. Hal ini memungkinkan NGO untuk memilih layanan apa dan berapa banyak  user dan penggunanya sehingga pengeluaran biaya akan lebih efisien  dan NGO tidak lagi di pusingkan dengan biaya sewa server, biaya hosting, dan biaya tim TI semua itu sudah disediakan oleh penyedia jasa cloud tersebut. Namun semua teknologi yang akan di adopsi selalu membutuhkan adaptasi. Staf  dan NGO harus melakukan training pada staf bagaimana cara menggunakan layanan cloud tersebut. dan biasanya penyedia jasa cloud juga memberikan layanan training untuk produk-produknya.

Seberapa aman data kita ? Dengan cloud, Anda harus mempercayakan data Anda ke pihak ketiga. Setiap penyedia jasa layanan yang baik akan menyediakan backup dan recovery sebagai bagian dari layanan. Mereka memberikan layanan keamanan yang baik dengan para ahli terbaik.
Ada menarik untuk dipikirkan. soal jika terjadi apa solusi yang ditawarkan. Bagaimana jika penyedia layanan bangkrut?  bagaiamana jika server yang mereka gunakan matikan  atau di matikan oleh pihak lain atau oleh sebab-sebab lain sehingga kita akan kesulitas melakukan akses ke data kita ? ini lah kiranya yang perlu ditanyakan dan didiskusikan dengan penyedia layanan.
biasanya dalam kasus yang disebabkan bencana dan perang penyedia akan mengatakan irtu di luar kendali kami atau forcemajur tapi apapun itu dapat menjadi salah satu yang mempengarui kami dalam mengembil keputusan apakah menggunakan layanan tersebut atau tidak. artinya kita harus pastikan bahda penyedia ini memiliki berbagai cadangan penyimpan  yang dapat membuat cadangan secara reguler dalam format yang dapat digunakan kembali yang dapat Anda simpan di tempat lain.

Pertanyaan lain di sini adalah: Siapa yang memiliki akses? Ini bukan hanya masalah seberapa baik keamanan adalah. Jika Anda menyimpan data sensitif, Anda mungkin perlu mempertimbangkan beberapa hal tambahan, termasuk yurisdiksi hukum di mana data tersebut di simpan dengan implikasi secara hukum yang berlaku disebuah kawasan

Yang terpenting dalam layanan cloud adalah jaminan keamanan dan keberlanjutan sebuah layanan itu sendiri. Layanan Cloud menawarkan manfaat yang signifikan bagi LSM/NGO dengan biaya rendah dan implementasi yang cepat dari beberapa layanan sangat kuat membawa peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk meningkatkan banyak aspek dari organisasi. Namun, Anda masih harus mempertimbangkan dan mengevaluasi solusi cloud terhadap kebutuhan organisasi , seperti yang Anda lakukan untuk bentuk lain dari teknologi.

(di sarikan dari Key Considerations for Cloud Adoption by NGOs, Richard Cooper https://www.techsoup.asia/id/node/4620)