Demokrasi ala bojonegoro

Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro tidak habis-habisnya untuk di tulis dan dikomentari, dalam ruh membangun Demokrasi demi kebaikan bukan untuk menjelek-jelekakn atau bahkan menfitnah.

Minggu ini pendopo malowopati sebagai saksi sejarah perjalanan  Demokrasi dan pemaknaan Demokrasi yang hakiki, di tempat ini demokrasi di bangun sebagaimana ruhnya demokrasi sendiri yang ketika itu “Demokrasi” pertama muncul pada mazhab politik dan filsafat Yunani kuno di negara yunani  kala itu kota Athena dipimpin oleh Cleisthenes, warga Athena mendirikan negara yang umum dianggap sebagai negara demokrasi pertama pada tahun 508-507 SM. Cleisthenes disebut sebagai “bapak demokrasi Athena”.

qiq1l8xx

Minggu ini diawali dengan kedatangan Bapak Menko Ekonomi Hata Rajasa ke Bojonegoro, beliua melakukan kunjungan ke berbagai temat diantaranya ke suku samin (ki samin) ke kediaman mbah Hardjo Kardi  yang terletak Dusun Jipang Desa Margomulyo  beliau ini masih keteruna ki Samin Suro Sentiko.  malamnya di pendopo malowopati dijadikan ajang silaturahmi sekalian ajang curah pendapat dari warga bojonegoro ke bapak meteri yang hadir malam itu dan yang menjadikan beda adalah yang menjadi medoerator adalah bapak bupati bojonegoro sendiri @kangyotoBJN, dengan begitu kelihatan sekali bahwa bupati bisa menjadi penerjemah maksud dari pertanyaan rakyat bojonegoro dan bahkan meluruskan pemahaman dari rakyat bojonegoro  yang terkadang bahasanya berputar-putar dan agak sulit untuk dipahami oleh orang lain  ini lah hebatnya seorang bupati bojonegoro @KangyotoBJN yang tidak dimiliki oleh pemimpin-pemimpin yang lain, berulang kali kangyoto harus menerjemahkan apa yang ingin di tanyakan oleh rakyat Bojonegoro pada Bapak  Hatta Rajasa, tentunya pertemuan itu berlanjut sampai larut malam hattakarena teman-teman Bloggerbojonegoro masih saja nimbrung bersama bupati bojonegoro dan menko ekonomi maka tidak lama berlebihan jika bapak Hatta rajasa dalam account twiternya menulis bahawa  Hatta Rajasa@hattarajasa “Malamnya sy diskusi dng komunitas blogger Bojonegoro. Luar biasa, mrk muda & kritis. Bukti keterbukaan informasi membuat masy bs bersuara” karena inilah momen-momen yang penting dalam ranah Demokrasi yang hendak di bangun dari bojonegoro yang dalam pandangan Prof Otto Scharmer  adalah Demokrasi 4.0

Berulang kali di katakan oleh kangyoto  bahwa saat ini model demokrasi sudah mulai berubah menjadi lebih terbuka untuk dua arah dan itu di katakan oleh Otto Scharmer seorang peneliti dari MIT Amerika serikat bahwa Bojonegoro lah model terbaik demokrasi di dunia yaitu “Demokrasi 4.0”  yaitu demokrasi yang tidak lagi menggunakan “ego” tapi di rubah dengan mengunakan pendekatan “Eco”  dalam hal pendekatan demokrasi ini kangnyoto dapat mengajukan empat poin yang menjadi pijakan bagi seorang pemimpin  dan apa yang di samapaikan yaitu :
Pertama, bagaimana meraih kekuasaan dengan cara murah. Masalah ini dipandang penting, mengingat biang kerok pembajakan demokrasi sebenarnya dimulai dari biaya demokrasi yang mahal, yang kemudian menyebabkan banyak politisi tersandera kepada penyumbangnya. Alih-alih bekerja untuk kesejahteraan rakyat, lebih baik fokus melayani kepentingan penyumbangnya. Fenomena ini terjadi di hampir seluruh dunia.  kunci politik itu adalah kepercayaan. Bila seorang politisi dipercaya maka semakin murah biaya politiknya. Namun bila kepercayaan rakyat rendah maka akan semakin mahal biayanya. Kepercayaan dapat diperoleh dengan cara menyatu dengan rakyat, lewat mendengarkan langsung seluruh problem rakyat, merumuskan bersama rakyat agenda prioritas, dan menjaga integritas dan intensitas komunikasi langsung dengan rakyat.
Kedua:  mengelola birokrasi. bahwa pengalamannya ketika memenangkan pilkada melawan incumbent, dimana pendukungnya menganggap para birokrat sebagai musuh. Dalam hal ini saya memilih memaafkan semua birokrat yang tidak mendukungnya, kemudian merangkulnya untuk melayani rakyat, sebagai bupati perpilih saya mengatakan bahwa bantu saya untuk memenuhi janji saya pada yakyat Bojonegoro. Dengan budaya baru pantang mengatakan bukan tanggung jawabnya, pantang mengatakan tidak ada uang, pantang mengeluh dan berusaha sekuat tenaga menjadi orang baik dan benar, tidak korup. Inilah yang kemudian melahirkan semangat eco system di kalangan birokrat.

Ketiga, bagaimana melaksanakan pola pemerintahan yang berbasis eco system. Untuk itu @kangyotoBJN menjelaskan soal mekanisme: menjaga hubungan langsung dengan rakyat lewat dialog, kunjungan lapangan (blusukan), membuka akses dengan memberikan nomor telp semua pejabat termasuk HP Bupati sendiri kepada semua rakyat. Lewat cara inilah maka rakyat dapat mengemukakan langsung masalahnya, mengontrol langsung semua pelaksanaan pemerintahan dan mencari solusi bersama. Dengan cara ini antara pemerintah dan rakyat, dan kekuatan sosial politik lainnya terhindar dari kompetisi dan konflik radikal. Sebagai gantinya terbuka proses co creating dan dialog produktif untuk menyelesaikan masalah dan memujudkan mimpi bersama, yaitu kebagiaan berkelanjutan semua pihak.

Keempat, atas permintaan Otto Scharmer, bupati @KangyotoBJN diminta menjelaskan bagaimana melakukan transformasi spiritualitas untuk mendorong lahirnya kepribadiaan yang utuh dan saling nyambung dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam. Spiritualitas harus menjadi basis ego system. Untuk inilah mekanisme self managemen lewat surat alfatehah. @KangyotoBJN menguraikan alfatihah secara luar biasa.  (di kutip dari http://www.welovekangyoto.com/2014/02/kang-yoto-mengajarkan-demokrasi-kepada.html dan Mata Najwa edisi  “menatap yang menata” Rabu 12 Maret 2014 https://www.youtube.com/watch?v=cuDuZc3IYIU)

Dan Pejabat tinggi berikutnya yang berkenan hadir adalah Ibu Elka Pangestu menteri pariwisata dan industri kreatif yang menikmati kunjungan ke Bojonegoro untuk berkunjung ke tempat wisata desa wisata, Desa jono temayang untuk menikmati tari tengul dan ke beberapa tempat diantaranya juga ke obyek wisata agro kebun blimbing di desa Ngringinrejo kecamatan kalitidu, dalam pesanya ibumentri mengatakan bahwa jika kelak sumber daya alam Bojonegoro habis  dalam hal ini Migas maka yang menjadi daya tarik Bojonegroo adalah sumber daya manusia nya dan seni budayanya  ini disampaikan dalam dialog kebudayaan di ruang Anglong Darmo komplek Pemda Bojonegroo.

3k0vrq9qMasih dari Pendopo malowopati hari itu juga di gelas dialog publik yaitu ajang silaturahmi antara bupati berserta seluruh SKPD dan masyarakat Bojonegoro, tapi husus hari jumat tanggal 15 Maret 2014 ada hal yang istimewa yaitu hadir pula tim kebudayaan “Bentar Budaya Kompas”  dan artis-artis top dari jakarta diantaranya Diantara rombongan  terdapat nama Bang Osdar dari Kompas , Sys NS (Prambors dan Pendiri Partai Demokrat), Edo Kondologit (Penyanyi Jazz Nasional), Fetty Febiola (Penyanyi Nasional), Pemimpin Redaksi Kompas, dan sejumlah tokoh nasional lainnya,

mereka tapi memeberikan berbagai apresiasi menarik tentang Bojonegoro mereka semua sepakat ahwa kepempinan bupati kang Yoto ini menarik dan luar bisa membuka kran demokrasi, bahkan dari bang Edo Kondologit  keluar celetukan bahwa yang diperlukan adalah pemimpin yang seperti ini (Kang Yoto). yang menarik dari evek kemarin itu adalah adanya tarika-tarikan dari tokoh yang hadir agar @kangyotoBJN maju ke kancah pilpres  dengan diplomatis di jawab bahawa beliau (KY) tidak menolak jika di jalonkan tapi juga tidak berambisi dengan jabatan tersebut dan Allahualam semoga Allah  memberikan yang terbaik buat kita semua amin (Bojonegoro, 15 Maret 2014)