TIP MEMPERPANJANG USIA PAKAI HARDISK

Hard disk mudah rusak jika digunakan secara intensif selama 3 bulan, seperti ditemukan Google dalam survei mereka pada lebih dari 100.000 hard disk di server farm mereka. Apabila hard disk berhasil bertahan, risiko kerusakan hard disk akan kembali meningkat jika digunakan selama 2 atau 3 tahun.

Hard disk

  • imageMusuh terbesar hard disk internal dan eksternal adalah guncangan saat sedang aktif. Saat mengalami “head crash”, head baca yang sedang menyentuh disk bisa seketika merusak hard disk. Getaran kecil dan konstan juga bisa merusak hard disk. Oleh karena itu, Anda tidak disarankan menggunakan notebook diatas permukaan keras dan statis, seperti di atas meja kereta atau pesawat. Anda sebaiknya menggunakannya diatas pangkuan atau alas yang empuk sebagai peredam getaran.
  • Perhatikan juga agar sirkulasi udara pada bagian bawah notebook tidak terhambat. Hard disk (HD) notebook dan hard disk eksternal lebih berisiko mengalami overheating karena berada dalam casing sempit tanpa pendinginan khusus. Apabila terkena sinar matahari langsung di meja, suhunya mendadak sangat panas. Agar umur hard disk lebih lama, hindari terpaan sinar matahari secara langsung. Anda pun sebaiknya menempatkan HD atau HD eksternal di tempat sejuk dan bebas getaran. Posisi HD eksternal sebaiknya vertikal agar panas bisa dipancarkan melalui bidang yang lebih luas.

  • Pilih notebook dengan fasilitas shock sensor agar bebas dibawa ke mana saja. Anda sebaiknya juga mematikan hard disk eksternal saat tidak digunakan. Hard disk dalam PC juga sedapat mungkin dingin dan bebas guncangan. Untuk itu jangan menumpuk beberapa hard disk pada drive bay yang tersedia. Apabila diperlukan, gunakan kipas tambahan.
  • Kondisi hard disk saat aktif bisa diperiksa dengan CrystalDiskInfo. Utility hard disk ini bisa menampilkan informasi S.M.A.R.T drive Anda. Apabila dideteksi ada kesalahan, berarti tidak lama lagi kemungkinan hard disk akan rusak. Di lain pihak, indikator  S.M.A.R.T yang “OK” tidak menjamin umurnya masih lama. Menurut penelitian Google, satu dari empat hard disk yang mengalami kerusakan ternyata tidak menunjukkan indikator kesalahan S.M.A.R.T sebelumnya.
  • Hal lain dari riset Google adalah hard disk lebih cepat rusak jika “dipaksa” bekerja keras terus menerus. Oleh karena itu, nonaktifkan atau kurangi program yang membebani hard disk, seperti proses scan antivirus. Selain itu, melalui Control Panel Windows, tentukan waktu standby yang tepat untuk PC desktop dan notebook dengan pasokan daya listrik AC langsung (sekitar 15-20 menit). Adapun notebook dengan pasokan daya baterai tentukan agar waktu standbynya 5 menit. Untuk itu, via Control Panel Windows 7, klik “Power Options | Change plan settings” lalu pada “Change advanced power settings” berikan nilai tersebut (Dalam menit) pada bagian “Hard disk”. Hindari waktu standby yang terlalu singkat (hard disk yang sering mati dan hidup) karena akan membebani spindle motor.

SSD

  • imageSSD tidak serentan hard disk terhadap guncangan karena tidak memiliki komponen mekanis. Idealkah SSD sebagai media penyimpanan yang tahan lama? Sayang jawabannya tidak, karena flash memory cell-nya hanya mendukung 10.000 kali  proses penulisan (writing). Controller SSD menyiasati dengan mendeteksi sel yang rusak dan memindahkan datanya ke sel lain agar hilangnya data bisa dihindari. Wear Levelling-nya juga menjamin agar cell lain ditulis pada proses berikutnya sehingga masa pakai semua cell dapat digunakan optimal. Mekanisme ini bekerja jika Anda hanya mengisi SSD hingga 75%. Umumnya, pengguna tidak menyadari adanya pemindahan data sehingga cadangan kapasitas SSD pun habis. Akibatnya, kapasitasnya menurun, seperi yang ditunjukkan oleh SSDlife. Umur SSD bisa diperpanjang dengan meminimalkan akses tulis. Windows 7  hanya melakukan aktivitas terpenting jika suatu SSD terdeteksi. FancyCache (www.romexsoftware.com) menangkap akses tulis dalam RAM dan menulisnya pada beberapa blok drive. Selain itu, SSD juga lebih sensitif terhadap panas.

Sumber: Majalah CHIP