Komputasi Awan di Antara Keuntungan & Ancaman

Intel Cloud Summit 2012

Komputasi Awan di Antara Keuntungan & Ancaman

cloudcomputing285

Bangkok – Bangkok dipilih oleh Intel sebagai tempat diselenggarakannya ajang Intel Apac Cloud Summit 2012. Acara yang berlangsung mulai 28 Agustus 2012 hingga 29 Agustus 2012 lalu ini dihadiri oleh para petinggi Intel, McAfee dan wartawan-wartawan dari Asia Pasifik.
Membuka acara yang berlangsung di Conrad Hotel adalah Jason Fedder selaku Apac & PRC General Manager, Datacenter & Connected System Group. Sesi ini diisi dengan penjelasan mengenai pertumbuhan yang dialami data center di mana dipicu oleh miliaran piranti yang terhubung dengan internet serta ledakan data.

Dari kuartal keempat di tahun 2007 hingga kuartal pertama 2012, Intel melihat pertumbuhan yang cukup signifikan dalam hal jumlah jaringan, server dan sistem penyimpanan yang memakai prosessor Xeon.
Intel memprediksi, volume produksi dan pendapatan dari platform ini akan meningkat dua kali lipat hingga tahun 2016. Intel pun memiliki visi mengenai cloud ini di tahun 2015 yakni mengimplementasikan solusi cloud computing yang federated, client aware dan automated.
Setelah Jason, Liam Keating (IT Country Manager Intel China menyampaikan persentasinya, di mana dalam kesempatan tersebut, Keating menegaskan bahwa cloud memang benar-benar membawa keuntungan. “Kami (Intel-red) bisa menghemat USD 9 juta hingga tahun 2011 berkat cloud,” tukasnya.

Awak media lantas diajak untuk melihat update terakhir dari Open Data Center Alliance yang disampaikan oleh Allyson Klein, Director of Technology Leadership
Setelah Allyson Klein, Greg Brown dari McAfee kemudian mengambil alih panggung dan menjelaskan mengenai masalah keamanan yang dihadapi di era cloud computing ini.
Berbicara mengenal cloud, Brown menilai, ini berarti konsumen memindahkan data ke server di mana akan memunculkan pertanyaan, apakah ‘awan’ ini aman?
Bahu membahu bersama Intel, McAfee pun meyakinkan pengguna cloud computing agar tidak merasa khawatir sebab pihaknya sudah membuat pengamanan di tiga level, yakni pengamanan data center, pengamanan piranti dan pengamanan koneksi. Keamanan di cloud juga dijamin pihak Intel dengan teknologi bernama Trusted Execution Technology (TXT).

Pembicara lain yang mengisi acara adalah Nick Knupffer, Marketing Director APAC & PRC, data center and connected system group, Intel. Beliau menjelaskan mengenai peran Intel dalam menangani big data.
Mengenai big data, para ahli melaporkan bahwa dunia menciptakan 2,5 exabtes data setiap harinya melalui komputer, di mana equivalen dengan 2.621.440 1TB hard drive. Salah satunya datang dari situs jejaring populer, Facebook. Tercatat, ada 750 juta foto yang diupload ke Facebook dalam 2 hari, demikian salah satu fenomena big data yang terjadi. Informasi menjadi layaknya bahan mentah yang penting di abad 21 ini.

Untuk itulah Intel mengambil peran dalam hal ini. Beberapa di antaranya adalah penganalisaan big data melalui CPU, storage, I/O dan network platform yang diklaim lebih cepat dan efektif. Untuk software, Intel telah berkolaborasi dengan banyak perusahaan guna menghadapi laju ekosistemnya.

Sebelum dipersilakan melihat demo showcase yang dilakukan oleh sejumlah pemain teknologi, acara ditutup lewat diskusi panel oleh Liam Keating, Allyson Klein, RK Hiremane, Jason Fedder, Greg Brown, dengan Nick Knupffer sebagai moderator.
( sha / ash )

http://inet.detik.com/read/2012/08/31/144533/2004501/319/komputasi-awan-di-antara-keuntungan-ancaman?