KOMPUTER DI AWAN (CLOUD COMPUTING) ADALAH JAWABAN UNTUK EFEKTIFITAS KERJA

CLOUD COMPUTING ADALAH JAWABAN UNTUK EFEKTIFITAS KERJA

image

SAAT ini jika kita tanya pada anak-anak muda yang usianya antara 15-25 tahun, apakah kamu punya account Facebook? Maka jawabanya sudah bisa di tebak hampir 99 % akan mejawab punya. Dan tahukah anda jika layanan internet bukan hanya facebook yang bisa digunakan untuk berinteraksi dan berjejaring sosial. Di internet juga ada Yahoo Messenger, Hotmail. Dengan kita menggunakan Jejaring sosial baik itu Facebook atau Yahoo Messenger sebenarnya kita telah mengunakan Cloud.  Menurut NIST (National Institute of Standards and Technology) sendiri komputasi awan harus memenuhi 5 kriteria di bawah ini :

  1. On-demand self-service – setiap orang bisa mendaftarkan dirinya sendiri tanpa bantuan siapapun, dan menikmati layanan sesuai kebutuhan
  2. Broad network access – layanan komputasi awan bisa diakses dari manapun, dengan perangkat apapun
  3. Resource pooling – semua sumber komputasi dikumpulkan dan dipergunakan bersama-sama
  4. Rapid elasticity – setiap kebutuhan bisa dilayani secara elastik tergantung kebutuhan saat itu
  5. Measured service – semua layanan bisa diukur (dan ditagih biayanya) sesuai dengan penggunaan aktual

Jika kita melihat kreteria yang di sebutkan diatas maka secara tidak sadar masyarakat indonesia telah mengguankan Cloud, yang diperlukan sekarang adalah bagaimana kita bisa menggunakan sumber daya awan (cloud) tersebut lebih berdaya guna dan tepat guna. Mengingat keunggulan komputasi awan ini adalah efisiensi yang sangat tinggi, apalagi jika menggunakan banyak data center tersebar bisa sampai ratusan ribu server per data center.

BAGAIMANA TINGKAT KEAMANAN KOMPUTASI AWAN

Ada beberapa pertanyaan yang menjadi pertanyaan tentang keamanan data

1. Apakah data kita tidak akan hilang/terkena virus?

2. Apakah data kita tidak akan di bajak atau dicuri orang lain?

3. Bagaimana jika data center terkena bencana?

Pertanyaan diatas sering kita dengar jika saya bicara tentang cloud di forum diskusi untuk implementasi cloud, karena ini adalah hal lama yang seperti baru mengapa saya bilang lama karena sebelum kita mengenal Facebook dan Yahoo Masangger kita telah menggunakan E-mail, dengan menggunakan Email kita percayakan pengirimana data/informasi kita pada pihak lain, setelah data kita send kita tidak lagi punya hak data kita mau di lewatkan mana sama provider email kita. Jadi sebenarnya dengan menekan tombol send pada web mail berarti kita telah yakin dan percaya bahaw jaringan yang kita gunakan adalah aman baik dari Virus atau pembajakan data, karena data sudah ada setandar kemanan untuk cloud ini.

Pertanya kedua apakah data kita tidak dicuri orang, saat ini perusahaan penyedia layanan cloud di indonesia belum dapat memastikan mengikuti aturan pemerintah indonesia karena belum atau baru menyiapkan regulasi soal Cloud computing RPP PITE (Rancangan Peraturan Pemerintah Penyelenggaraan Informasi dan Transaksi Elektronik) . sehingga yang menjadi dasar adalah acuan internasional ISO 27002 yang merupakan standar praktik terbaik pada keamanan informasi yang bisa juga digunakan untuk menilai tingkat keamanan di suatu penyedia jasa layanan Cloud Computing.

Bagaiman jika data center terkena bencana? Saat ini perusahan penyedia layanan cloud akan penempatan data center pada daerah yang bebas bencana, serta dengan teknologi terkini data center akan di bekup dari berbagai data center yang lain yang secara masif jumlahnya cukup banyak, sehingga tingkat keamanan akan lebih terjamin dengan adanya berbagai aturan yang mengikat dan berlaku secara umum

Sebelum kita implementasi cloud computing maka terlebih dahulu kita perlu memahami beberapa isu yang saat ini sedang berkembang saat dan bisa menjadi pedoman jika kita akan segera mengadopsi teknologi cloud

  1. Manajemen Resiko dan Ketaatan, organisasi yang memulai mengadopsi awan tetap harus bertanggung jawab untuk aspek manajemen keamanan, resiko, dan ketaatan terhadap aturan yang berlaku di industri terkait. Manajemen resiko dan ketaatan ini membutuhkan tim internal yang kuat dan transparansi proses dari penyedia jasa awan.
  2. Manajemen Akses dan Identitas, identitas bisa didapat melalui beberapa penyedia jasa awan, dan harus bersifat interoperabel antar organisasi yang berbeda, penyedia awan yang berbeda, dan berlandaskan proses yang kuat.
  3. Integritas Layanan, layanan berbasis awan harus dibangun dengan landasan keamanan yang kuat, dan proses-proses operasionalnya juga harus diintegrasikan dengan manajemen keamanan di organisasi tersebut. Penyedia layanan awan harus mengikuti proses yang bisa dibuktikan, terdefinisi, dan jelas dalam mengintegrasikan keamanan dan privasi ke dalam layanannya mulai dari titik paling awal, di setiap titik di dalam siklus, sampai paling penghabisan. Selain itu manajemen keamanan dan auditing harus selaras antara penyedia awan dan pelanggan.
  4. Integritas Klien, layanan awan yang digunakan di sisi klien harus memperhatikan aspek keamanan, ketaatan, dan integritas di sisi klien. Integritas klien bisa ditingkatkan dengan menggunakan paduan praktek terbaik.
  5. Proteksi Informasi, layanan awan membutuhkan proses yang andal untuk melindungi informasi sebelum, selama, dan setelah transaksi. Manfaatkan Klasifikasi Data untuk meningkatkan kontrol terhadap data yang siap dilepas ke awan.

Dengan mengikuti pedoman tersebut maka teknologi cloud adalah solusi untuk meningkatkan kinerja kita, karena dengan teknologi awan kita sudah tidak tergantung pada tempat, dan perangkat komputer hanya akan jadi alat untuk melakukan akses data.