Gallery

RASAN-RASAN BLOCK CEPU

RASAN-RASAN

Catatan ini sebenarnya telah saya buat 2 atau 3  tahun yang lalu saat Block Cepu belum Seramai sekarang. moga catatan ini dapat bermanfaat

IMG_1687Beberapa waktu yang lalu saya sempat ketemu dengan Staf PT. Newmont saya dikenalkan oleh teman saya waktu kuliah di Surabaya, dari perbincangan tersebut saya dapatkan sebuah referensi sederhana tentang cara kerja sebuah perusahaan besar sekelas PT Newmont. Saya awalnya mengenalkan diri bahwa saya berasal dari kabupaten Bojonegoro.
Ini adalah hasil bincang-bincang saya dengan sdr Izza (dia adalah staf humas PT. Newmont di Pulau lombok barat), saya tidak tau apakah ini sudah menjadi kebijakan dari MCL atau… ini adalah bagian dari proses yang sedang berjalan di wilayah explorasi blok cepu ? Pada Saudara Izza aya menanyakan beberapa hal diantaranya :
Bagaimana PT. Nowmont menangani isu telok buyat ?
Untuk pertanyaan ini Izza hanya bilang kamu adalah orang yang ke sekian menanyakan masalah tersebut pada saya, intinya setandar penanganan lingkungan perushaan masih lebih baik dari pada setandar yang dibikin pemerintah…! Memang sangat tidak masuk akal jika dengan standar pengelolaan lingkungan yang sangat tinggi dan ketat masih terdapat pencemaran seperti itu, tapi itulah kenyataannya dilapangan. nyatanya dipengadilan kita menang, ya mungkin karena standar yang digunakan itu berbeda maka polemik di masyarakat terus timbul.
apakah perusahaan bertanggung jawab dengan penyakit yang diderita masyarakat terkait dugaan pencemaran di teluk buyat ?
Perusahaan hanya memberikan santunan pada masyarakat yang tinggal di sekitar teluk buyat, karena apa kita belum tau apa itu disebabkan oleh limbah perusahaan atau limbah penambangan liar, karena di sana juga banyak penambangan liar (dikelola oleh masyarakat sendiri) saya sendiri tiap bulan ikut meting yang sering membahas hal tersebut, dan dengan setandar pengelolaan lingkungan yang demikian ketat maka sangat kecil kemungkinan limbah yang kami hasilkan itu dapat mencemari teluk buyat.
Bagaimana PT. Nowmont dapat mengelola SDM local ? Ini yang perlu di lakukan di Bojonegoro kalau ingin masyarakat makmur yaitu MCL harus mau mendidik masyarakat lingkungan tambang untuk bisa mejadi pekerja tambang, oke kalau saat sekarang orang luar tapi harus ada trobosan yang mengarah pada penggunaan tenaga kerja local, magang atau trening-trening, pokoknya orang yang kerja di sini ya harus orang sini, kalau PT. Nowmont disana melakukan cara, jika ada satu tenaga dari luar pulai lombok maka harus dibantu oleh dua orang local yang fungsinya belajar dan membantu semacam helper, gunanya jika orang luar lombok tapi memasuki masa pensiun maka orang local tapi dapat menggantikan. Karena disana itu untuk orang luar di batasi hanya dua tahun masa kerja, yaitu mulai usia 37 tahun jadi begitu usia 40 di asudah pensiun dari kerja, dan untuk orang local dapat kerja mulai usia 30 tahun sampai 40 tahun. Jadi disana tidak ada pengangguran mulai usia 30 sampai 40 tahun.
Bagaimana PT. Nowmont melindungi budaya-budaya local ?
Untuk pertanyaan ini aku hanya bisa cerita bahwa begitu ada 10 orang local yang tanda tangan pada membuat pernyataan tidak suka pada orang luar baik itu bule atau dari jawa maka orang itu besuk pagi juga harus angkat koper dari Perusahaan, pernah ada orang surabaya yang suka bicara kotor (misoh) sudah diingatkan sama temannya bahwa di lingkungan kerja ini orang lombok tidak suka ada kata-kata seperti itu, maka ada salah satu orang lokal (dari sumbawa) protes bahwa orang tersebur harus dikeluarkan dari perusahaan maka besuk paginya orang tersebut sudah tidak kelihatan lagi di proyek ini. Inilah bagaimana komitmen perusahaan yang ingin agar masyarakat di lingkungan tambang tidak terpengaruh pada orang asing/luar lombok.
Bagaimana PT Nowmont melindungi sumber daya manusia/tenaga kerja local?
Perusahaan tidak membeda-bedakan fasilitas untuk orang local dan untuk pendatang, semua mendapatkan haknya sama, contohnya saya sendiri, di sana serikat pekerja nya (SP) berkerja dan membantu karyawan dengan sangat maksimal, saya telah membuktikannya sendiri, tiga bulan yang lalu saya dapat kecelakaan di jalan waktu pulang kerja, memang saya akui saya yang salah dalam berkendara kendaraan tapi saya punya alasan mengapa saya ngebut di jalan yaitu karena saya ingin segera ketemu dengan keluarga sehingga saya ngebut dan jatuh cidra kaki kanan ini (saya ditunjukan ada bekas operasi di kakinya) tapi karena ada serikat pekerja yang mendampingi saya maka perusahaan memberikan fasilitas kelas 1 saya waktu itu kecelakaan jam 3 waktu pulang kerja saya jam 7 malam sudah di surabaya dengan pesawat yang dicarter perusahaan sehingga jam 11 malam hari itu juga saya masuk ruang operasi di RSI surabaya, asalnya saya hanya akan di rawat di klinik perusahaan atau di RS local, karena ada serikat pekerja yang memberikan advokasi pada saya maka saya bisa di rawat di surabaya dan satu-satunya alasanya adalah keluarga besar saya di surabaya. Jadi Perusahaan harus bertanggung jawab pada diri pekerja begitu dia keluar rumah untuk pergi kerja dan waktu pulang kerja, maka disana tidak dikenal adanya lembur, perusahaan ingin semua karyawan begitu memulai kerja dengan seasana yang fres, segar tanpa terbebani rasa capek dan sebagainya.
Bagaimana PT. Nowmont dapat melakukan penyerapan tenaga kerja local yang usia produktif ?
PT. Nowmont setiap ada lowongan maka akan di umumkan di media local, baik radio local atau papan-papan pengumuman di desa-desa lingkungan tambang, jadi masyarakat di sana tidak khawatir jika tidak tau informasi terbaru tentang lowongan kerja di tambang, mulai dari tingkat bawah sampai tingkat atas mulai dari kuli, helper sampai tenaga kerja yang dikantor. Pernah ada demo dari karyawan yang menuntut agar ada meneger dari orang local, dan saat ini sudah banyak meneger yang berasal dari putra daerah mulai dari Frontmen ke atas. Bukan hanya lokal Indonesia tapi berasalah dari sumbawa atau lombok barat. Intinya Perusahaan tidak akan menerima orang dari luar lombok kalau masih ada orang di lingkungan tambang yang belum berkerja (ngangur), kecuali orang lombok tidak ada yang memenuhi kreteria, itu pula akan dilakukan dengan tenggang waktu 3 tahun masa kerja, dan sesuai dengan sistem yang ada maka dalam tiga tahun tersebut putra daerah yang telah membantu telah menyerap ilmu dari orang luar daerah tersebut. dan jika ada bagian atau lowongan yang tidak dapat diisi oleh orang lombok maka itu adalah kesempatan bagi perusahaan untuk mendarma baktikan komitmennya dan menjadikan orang lombok mampu mengisi lowongan tersebut baik lewat magang atau training.

Bapak/ibu-ibu di ExxonMobil alangkah indah jika pengalaman dari lombok barat ini dapat dilaksanakan di Blok Cepu, untuk masalah benar atau tidak informasi yang saya dapat ini saya serahkan sepenuhnya pada yang punya dunia ini. Amin.

Selanjutnya saya hanya bisa berharap agar semua langkah yang di ambil oleh bapak/ibu-ibu akan selalu mencerminkan kehendak rakyat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Bojonegoro khususnya, serta tidak terpengaruh dengan suasana yang terjadi di Bojonegoro saat ini yang sedang memilih kepala daerahnya, saya tetap yakin bahwa tim yang telah di bentuk oleh Exxon dan pemerintah dalam masalah pembebasan lahan akan dapat bekerja dengan maksimal.
Terlepas dari harapan diatas saya juga punya angan-angan tentang masa depan masyarakat Bojonegoro. setelah Explorasi dan kemudian dapat berproduksi maka masyarakat Bojonegoro harus menerima sesuatu yang lebih dari yang di harapkan, saya jadi ingat dengan tulisanya Hermawan Kertajaya pada majalah Gatra bahwa pasca runtuhnya buble economy yang merupakan indikator bahwa mereka tidak mau lagi mendapatkan produk yang tidak mereka inginkan meskipun itu adalah free, jika kita menghubungkannya dengan keadaan di Bojonegoro maka akan terdapat kepahaman atas apa yang sebenarnya menjadi angan-angan masyarakat setelah mereka menjual tanahnya ke proyek blok cepu apa yang mereka dapat. secara ekonomi, mungkin mereka dapat beralih profesi sebagai pedagang tapi apakah itu yang diharapkan mereka?, sebenarnya yang diharapkan sama mereka adalah pekerjaan dan ikut berkiprah pada mega proyek tersebut. Sedang ketrampilan yang telah mereka dapat dari program CD/CSR adalah sebagai nilai tambah (free) dalam context buble economy. Apakah masyarakat hanya akan dapat free atau ….. Ini adalah penafsiran saya pribadi mohon di maafkan jika salah menghubungkan teori antara buble economy dan keadaan di bojonegoro
Sekali lagi aku mohon maaf jika ada celotehan yang tidak berkenan pada bapak/ibu yang membaca tulisan yang tidak berarti ini. Salam